
11 Desember 2007 Basuki meninggal dunia. Mendadak di usia 51. Kabar duka seperti ini sebenarnya sudah sering kita dengar. Tapi tetap saja mengagetkan. Kematian mendadak dan mati di usia muda sering terjadi di sekitar kita. Tapi tetap saja membuat kita tercenung. Kenapa Tuhan menetapkan hidup kita berakhir? Kenapa sekarang? Kita pasti akan linglung mencari jawabnya.
Hidup ini bukan seperti game yang sering dimainkan anak kita di mall-mall. Anak kita tahu bahwa game yang dia jalani akan berakhir pada tempo yang sudah ditentukan, misal 3 menit. Jadi setelah 3 menit, game over!
Kehidupan manusia tidak se-clear itu. Manusia menjalani "game" hidupnya tanpa pernah tahu kapan akan game over. Bahkan banyak orang yang meninggal sebelum game hidupnya dianggap tuntas. Ini yang menakutkan. Padahal kita semua ini sekarang sedang menjalani game dengan misi yang sangat serius dan bermacam-macam.
Ada yang ingin segera punya rumah dan hidup layak, ada yang ingin anak-anaknya bisa sekolah ke luar negeri, ada yang ingin menghajikan orangtuanya, ada yang mau lunasi hutangnya, ada yang ingin menyokong kebutuhan adik-adiknya dan macam-macam misi hidup mulia lainnya.
Tapi fakta menunjukkan bahwa Tuhan tidak mau tahu itu. Tuhan tidak jamin bahwa game bisa kita mainkan hingga tuntas. Tuhan tidak peduli dengan semua misi-misi itu. Umur manusia adalah otoritasNya. Kartu truff kehidupan kita ini ada ditanganNya!
Terus bagaimana mungkin manusia sombong merasa memiliki otoritas atas misi-misi hidupnya? Jadi?
Saya punya cerita yang sama dengan kejadian Basuki. Bahkan lebih tragis. Saya memiliki kawan seperjuangan yang meninggal muda. Saya berkawan dengan dia dari mulai TK sampai dengan kuliah. Bahkan sebelum akhir hayatnya kami pernah membuka perusahaan bersama. Dia adalah Miftahul Izzi.
Sekolah selalu juara 1, lulus ITB jadi mahasiswa teladan, lulus S2 di UI dengan predikat cummlaude. Bisnis sukses. istri cantik, punya anak2 yang cerdas. Sholat tidak pernah tinggal. Sogok pejabat anti. Pokoknya manusia unggul yang banyak manfaat bagi sekitarnya. Namun apa? Dia mati muda dengan kanker ganas ditubuhnya. Selesai. Banyak misi mulia di dalam kiprahnya yang belum dia tuntaskan. Bingung untuk cari jawabnya? Ya. Kenapa dia harus mati muda? Bagaimana nasib anak-istrinya? Bagaimana nasib anak buahnya? Bagaimana kelanjutan business plannya? Mbuhhhh.
Jadi apa yang musti kita sikapi dengan kematian Basuki ini : 1. dalam setiap tarikan napas ini sebenarnya nikmat Tuhan selalu menyertai kita. Maka jangan lupa selalu bersyukurlah kepadaNya. 2. Dalam setiap tarikan napas ini sebenarnya kita sedang menghabiskan baterai hidup kita. Maka sempurnakan ketaqwaan kita kepadaNya 3. Ketidakpastian ini (kematian) adalah Tuhan punya bisnis. Manusia hanya mampu mencanangkan dan menjalankan misi, dan mempersembahkan yang terbaik bagi kehidupannya.
13 December 2007
Basuki Game Over
label Lakon
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment